RSS

Bakti Sang Rajawali

24 May

Image

Di tengah banyaknya  masalah hukum  yang menyangkut  aparat  di negeri ini,  Kick  Andy  menemukan  sebuah  kisah  inspiratif  dari  Perbatasan  Kalimantan  Barat,  Indonesia  dan Serawak, Malaysia.  Ini  kisah Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali, Satuan  TNI Angkatan  Darat yang  melaksanakan tugas pengamanan perbatasan tersebut,   dengan jumlah pasukan sebanyak 650 orang personil. Mereka terbagi dalam 36 pos penjagaan di sepanjang perbatasan Kalimantan Barat.

Wilayah  perbatasan  selalu memiliki    berbagai  problema masyarakat, begitu  pula  dengan wilayah perbatasan  Kalimantan Barat dan  Serawak  ini. Masyarakat  di sini   rata-rata  hidup   dalam kesederhanaan  dengan  berbagai  masalah  dalam  soal  fasilitas  kesehatan, pendidikan, dan  infrastruktur  yang  minim.

Kehadiran  Satgas  Pamtas  Yonif 123/Rajawali  di  lokasi  mereka  sejak  28 oktober 2012  telah  memberi  warna  yang  berbeda. Hak itu  terjadi  karena  satuan  tentara  asal  Kodam I/ Bukit  Barisan  ini,  melakukan  banyak  bakti  sosial  diluar  tugas utamanya  dalam  penjagaan dan pengamanan  wilayah.
Di tengah-tengah  tugas, satuan  angkatan darat  ini melakukan  expedisi  kemanusiaan. Kegiatan  yang  disebut  sebagai  Expedisi  Rajawali Khatulistiwa  ini  telah  memberi bantuan  extra  pada   masyarakat  dalam  bidang  kesehatan dan  pendidikan.
Cerita  tentang  banyaknya  sekolah  di wilayah  perbatasan  yang  nyaris  terlantar adalah sebuah  kenyataan di  perbatasan  Kalimantan Barat.  Topografi  daerah  dengan  akses  transportasi yang  tidak memadai  menjadi  salah  satu  kendala  keberlangsungan  proses  belajar  mengajar  di sekolah. Guru   yang  sering  absen tanpa alasan, menjadikan  murid sering  terlantar.
Fenomena  kekosongan guru  banyak  terjadi  pada  sekolah-sekolah di perbatasan ini.  Melihat  itu    Satgas  Pamtas yonif  123/Rajawali  telah  ikut aktif  dalam kegiatan  mengajar  di  23 Sekolah  Dasar  dan  1 SMP  di  sepanjang perbatasan. Misalnya  di  SD Segumun, host  Kick  Andy bertemu dengan Kopda  Dedi Hermanto  yang  rela mengantikan  tugas  guru. Setiap hari  Dedi  mengajar  hampir semua   mata pelajaran di kelas 3,   bahkan  ia  menjadi  wali kelasnya. Sementaradi   SD Sei Beruang, kami bertemu dengan  Praka TB Situmorang yang sering  harus menangani murid dari kelas  1 sampai kelas 4 sendirian. Tiga guru  honorer  yang  seharusnya  mengajar,  sering absen dengan berbagai alasan.     “Kasian  anak-anak terlantar  gak keruan, jadi  saya  mau mengajar untuk mereka,” kata  Prajurit  yang  disukai murid-muridnya itu.
Selain  masalah pendidikan,   masyarakat di perbatasan  juga memiliki  keterbatasan  dalam akses  kesehatan. Maka  salah  satu bagian penting  dari  Ekspedisi  Rajawali  khatulistiwa  adalah bakti sosial  dalam   kegiatan  Ekspedisi Kesehatan.
Dalam  ekspedisi tersebut  dilaksanakan pengobatan massal secara gratis terhadap masyarakat. Berbagai  pelayanan kesehatan   ditangani  dalam  bakti sosial   ini. Dari pasien umum, kesehatan gigi, pemeriksaan  atau  pelayanan  program keluarga  berencana, operasi  khatarak, hingga  pelayanan  khitan.
Hingga  awal april  2013 ekpedisi  kesehatan  sudah melayanin   lebih  dari  20  ribu pasien,  dari masyarakat  di perbatasan.  Beratnya medan tempuh  ke lokasi  masyarakat  tidak menyurutkan  semangat  para  personil  tim  ekspedisi  untuk terus  menemui masyarakat  yang membutuhkan pertolongan.
Melengkapi  semua kegiatan sosial itu,  tim  Satgas  bersama masyarakat  telah  berhasil membangun 18 pusat  kegiatan masyarakat, yang  disebut sebagai Ruman  Rajawali.  Rumah  itu memiliki  dua fungsi  utama sebagai  pusat  pembelajaran  informal  bagi  anak-anak, dan pusat pelayanan kesehatan  bagi masyarakat. Setiap  sore  puluhan  anak-anak  akan  datang ke rumah-rumah  Rajawali   yang tesebar  di  18 wilayah perbatasan. Mereka  suka cita mendapat kesempatan untuk  belajar dengan bimbingan  dari  personil  satgas.
Inilah  sebuah  gambaran  utuh  tentang  hubungan  harmonis  antara  aparat  dan  rakyat dalam pelaksanaan  tugas  selama  lebih  dari enam bulan  di perbatasan  Kalimatan  Barat  dan  Serawak,  Malaysia.
Source : @KickAndyShow
 
1 Comment

Posted by on May 24, 2013 in Military

 

Tags: , , , ,

One response to “Bakti Sang Rajawali

  1. Iwan Tewel

    May 26, 2013 at 10:03 am

    luar biasa

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.